• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Menguat, Pasar Optimistis The Fed Akan Pangkas Suku Bunga

Harga emas mencatat kenaikan tajam lebih dari 1% pada perdagangan Senin (24/11/2025). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harapan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera menurunkan suku bunga pada bulan Desember. Menurut laporan Reuters, pelaku pasar saat ini juga menunggu publikasi sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya tertunda akibat penutupan pemerintahan.

Harga emas spot naik 1,58% dan berakhir di level US$ 4.134,58 per ons.

Head of Commodity Strategies TD Securities, Bart Melek, mengungkapkan bahwa pelaku pasar semakin yakin The Fed tengah bersiap melakukan pemangkasan suku bunga bulan depan. Optimisme tersebut semakin menguat setelah Presiden The Fed New York, John Williams, menyatakan bahwa pelonggaran kebijakan moneter dapat dilakukan “dalam waktu dekat” tanpa menggagalkan upaya pengendalian inflasi dan tetap menjaga stabilitas pasar tenaga kerja.

Data dari CME FedWatch menunjukkan peluang penurunan suku bunga pada Desember telah mencapai 79%.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas biasanya bergerak lebih baik di lingkungan suku bunga rendah dan saat ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik meningkat.

Melek juga menambahkan bahwa pasar menunggu rilis data ekonomi terbaru yang diperkirakan menunjukkan tanda-tanda pelemahan. “Tekanan inflasi juga tidak terlihat terlalu besar, dan ini menjadi dorongan tambahan bagi harga emas,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, investor menanti rilis sejumlah data penting yang tertunda akibat shutdown, termasuk laporan penjualan ritel, klaim tunjangan pengangguran, dan indeks harga produsen yang direncanakan dirilis pekan ini.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Ukraina kembali melanjutkan pembahasan mengenai rencana penyelesaian konflik dengan Rusia, setelah sepakat untuk memperbarui proposal yang sebelumnya dinilai terlalu menguntungkan pihak Moskow.

Analis StoneX, Rhona O’Connell, menilai bahwa perhatian pasar masih akan terfokus pada arah kebijakan moneter The Fed serta perkembangan geopolitik, terutama terkait Ukraina. Ia memperkirakan harga emas masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan, namun kemungkinan besar bergerak dalam rentang US$ 4.000 hingga US$ 4.100.

sumber : investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?