• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Melemah Kembali Setelah Publikasi Risalah The Fed

Harga emas sempat naik lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (19/11/2025), namun penguatan tersebut tergerus setelah Federal Reserve merilis risalah rapat terbarunya. Para pelaku pasar kini menunggu data ekonomi utama untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) selanjutnya.

Emas spot tercatat menguat 0,2% dan mengakhiri perdagangan di posisi US$ 4.077,72 per ons.

Menurut Reuters, risalah rapat The Fed pada 28–29 Oktober menunjukkan bahwa bank sentral kembali menurunkan suku bunga bulan lalu. Namun, para pejabat mengingatkan bahwa pelonggaran kebijakan yang terlalu cepat dapat menghambat upaya menekan inflasi, yang sudah berada di atas target 2% selama lebih dari empat tahun.

Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam konferensi pers menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga dalam pertemuan pada 9–10 Desember tidak dapat dianggap sebagai keputusan yang pasti.

“Risalah itu sebenarnya sudah tidak terlalu relevan. Yang lebih penting adalah perkembangan pada Desember, dan The Fed memerlukan lebih banyak data,” ujar analis dari Marex, Edward Meir.

Meir menjelaskan bahwa rilis data ekonomi AS akan berlangsung bertahap dan menjadi perhatian utama pasar dalam beberapa minggu mendatang.

Saat ini, probabilitas pemangkasan suku bunga pada Desember hanya sekitar 30%, berdasarkan proyeksi dari CME FedWatch.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan kritik kepada Powell, menilai The Fed terlalu lamban dalam menurunkan suku bunga.

Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, umumnya lebih menarik ketika suku bunga lebih rendah dan ketidakpastian ekonomi meningkat.

Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan ketenagakerjaan untuk September yang mundur hingga Kamis akibat penutupan sementara pemerintahan AS. Namun, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) memastikan tidak akan mempublikasikan laporan ketenagakerjaan untuk Oktober karena shutdown pemerintah telah menghambat proses survei rumah tangga.

Sebelumnya, data yang dirilis Selasa (18/11/2025) menunjukkan jumlah warga AS yang menerima tunjangan pengangguran mencapai level tertinggi dalam dua bulan pada pertengahan Oktober.

Sumber: investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?