• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Minyak Dunia Menguat Akibat Ancaman Disrupsi Pasokan dari Sanksi AS

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran US$ 59,71, meningkat lebih dari 2% pada Jumat pukul 13.30 WIB. Kenaikan harga minyak mentah ini didorong oleh kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan terkait sanksi baru dari Amerika Serikat (AS).

Lukoil PJSC dilaporkan mulai melakukan pengurangan karyawan di divisi perdagangan minyak globalnya hanya beberapa hari sebelum sanksi baru diberlakukan pada 21 November 2025. Langkah tersebut menjadi salah satu indikasi nyata dari pembatasan yang akan diterapkan. Para analis menilai hampir sepertiga ekspor minyak Rusia yang dikirim melalui jalur laut berpotensi tertahan di kapal tanker akibat proses pemuatan dan pengalihan yang lebih lambat, diperparah oleh berhentinya pembelian minyak Rusia oleh India dan Tiongkok.

Meskipun demikian, pergerakan harga minyak masih berisiko tertekan oleh sentimen bearish. Hal ini menyusul laporan International Energy Agency (IEA) yang menyatakan kelebihan pasokan semakin melebar, dengan proyeksi produksi akan melampaui permintaan sebesar 2,4 juta barel per hari pada tahun ini dan 4 juta barel per hari pada tahun berikutnya, meski konsumsi diperkirakan terus meningkat hingga 2050.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia—dikenal sebagai OPEC+—telah menambah produksi sejak April. Tambahan suplai dari Amerika Serikat dan Brasil turut memicu kekhawatiran atas kelebihan pasokan dan memberi tekanan turun pada harga minyak. Laporan bulanan terbaru OPEC menunjukkan adanya surplus sekitar 20.000 barel per hari pada tahun mendatang, angka yang jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang memproyeksikan defisit besar, menurut laporan Reuters.

Sumber: FXStreet

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?