• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Dolar Australia Tertekan Usai RBA Pertahankan Suku Bunga Acuan

Dolar Australia (AUD) terdepresiasi terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa, setelah pernyataan bernada hati-hati dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Michele Bullock. Dalam konferensi pers pasca-rapat kebijakan, Bullock menekankan bahwa diperlukan langkah pengurangan stimulus yang lebih terbatas pada pertemuan kali ini. RBA memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (Official Cash Rate/OCR) di level 3,6% pada pertemuan kebijakan bulan November.

Bullock menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga belum menjadi pertimbangan bagi para pembuat kebijakan, mengingat tingkat inflasi inti tahunan yang masih di atas 3% dinilai belum ideal. Ia juga menambahkan bahwa dewan mempertimbangkan prospek kebijakan dengan pendekatan yang berhati-hati.

Dari sisi data ekonomi, Melbourne Institute melaporkan pada Senin bahwa Indikator Inflasi TD-MI meningkat 0,3% secara bulanan (MoM) pada Oktober, sedikit melambat dibanding kenaikan 0,4% di September, namun tetap mencatat kenaikan dua bulan berturut-turut. Secara tahunan, indikator inflasi tersebut naik menjadi 3,1%, dari 3,0% pada periode sebelumnya.

Sementara itu, data dari Australian Bureau of Statistics (ABS) menunjukkan izin mendirikan bangunan meningkat 12,0% secara bulanan, setelah sebelumnya turun 3,6% pada Agustus, dan melampaui perkiraan pasar yang memperkirakan pertumbuhan 5,5%. Di sisi lain, iklan lowongan pekerjaan ANZ turun 2,2% MoM pada Oktober, setelah penurunan 3,5% (revisi) di bulan sebelumnya, menandai penurunan bulanan keempat secara beruntun.

sumber : fxstreet

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?