Harga emas dunia tergelincir pada Rabu (17/9/2025), setelah sehari sebelumnya sempat menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa. Pelemahan tipis dolar AS dan aksi ambil untung investor menjadi faktor utama penekan harga. Mengutip Reuters, fokus pasar kini tertuju pada keputusan Federal Reserve (The Fed) terkait kebijakan suku bunga.
Saat berita ditulis pukul 14.52 WIB, harga emas spot melemah 0,57% ke level US$ 3.668,78 per ons, turun dari rekor US$ 3.702,96 yang tercapai pada Selasa (16/9/2025).
Analis KCM Trade, Tim Waterer, menjelaskan bahwa lonjakan emas ke atas US$ 3.700 sebelumnya didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut dan pelemahan dolar. “Namun aksi profit taking di area tersebut memicu koreksi harga. Jika The Fed bersikap lebih dovish, emas berpeluang kembali menguat,” ujarnya.
Indeks dolar AS tercatat naik tipis 0,1% setelah sehari sebelumnya menyentuh posisi terendah lebih dari dua bulan. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun AS juga bertahan dekat titik terendah lima bulan.
Dari sisi fundamental, data penjualan ritel AS bulan Agustus melampaui perkiraan. Meski begitu, pasar tenaga kerja yang melemah dan tekanan harga akibat tarif baru dinilai bisa membatasi daya beli konsumen ke depan.
The Fed diperkirakan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat hari ini untuk menopang pasar kerja, sementara pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell akan menjadi sorotan investor.
Pemangkasan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil. Bahkan Presiden AS Donald Trump turut mendorong langkah pemangkasan lebih agresif.
Sementara itu, kepemilikan SPDR Gold Trust—ETF emas terbesar di dunia, naik 0,32% menjadi 979,95 ton pada Selasa, dari 976,80 ton sehari sebelumnya.
sumber : investor.id
Bagikan Berita Ini