• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Naik Turun Gila-Gilaan Gegara China dan Perang India-Pakistan

Harga emas global tengah mengalami fluktuasi ekstrem. Setelah melonjak hampir 3% pada Selasa (6/5/2025) hingga menyentuh US$3.429,32 per troy ons—level tertinggi dalam dua minggu terakhir—pada Rabu pagi (7/5/2025), harga emas kembali turun sebesar 1,09% ke US$3.393,77.

Kenaikan sebelumnya dipicu oleh berbagai faktor global seperti pembelian besar-besaran emas oleh China usai libur Hari Buruh, potensi perang dagang baru dari Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara India dan Pakistan. Selain itu, para investor juga mengantisipasi keputusan kebijakan moneter terbaru dari bank sentral AS (The Fed) yang dapat memengaruhi suku bunga.

Pembukaan kembali pasar China mendorong permintaan emas fisik, sementara aksi jual dolar AS membuat logam mulia ini menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lain. Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik turut memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven.

Di sisi lain, konflik bersenjata kembali pecah di Asia Selatan. India mengklaim telah melakukan serangan ke sembilan lokasi di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, sebagai balasan atas serangan terorisme di Pahalgam yang menewaskan 26 warga sipil. Pakistan menyebut serangan India menghantam area sipil, menewaskan sedikitnya tiga orang termasuk perempuan dan anak-anak.

Ahli komoditas dari TD Securities, Daniel Ghali, menyebut bahwa harga emas berpotensi mencapai US$4.000 per ons tahun ini jika tren permintaan terus meningkat.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?