• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Jatuh The Fed Jadi Penentu

Harga emas dunia mengalami penurunan yang berkelanjutan, merosot selama empat hari berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh kabar baik mengenai negosiasi tarif antara China dan Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya imbal hasil obligasi AS 10 tahun.

Nasib emas minggu ini sangat bergantung pada keputusan dari bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang akan mengadakan rapat pada hari Selasa dan Rabu waktu AS, dengan pengumuman kebijakan dijadwalkan pada Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Pada perdagangan hari ini, Senin (5/5), hingga pukul 06.09 WIB, harga emas di pasar spot mengalami kenaikan 0,05% menjadi US$3.241,26 per troy ons. Sementara itu, pada perdagangan sebelumnya, Jumat (2/5), harga emas mengalami penurunan sebesar 0,01% menjadi US$3.240,08 per troy ons. Penurunan harga emas telah terjadi selama empat hari berturut-turut.

Emas mengalami penurunan pada perdagangan Jumat dan anjlok selama dua pekan berturut-turut, seiring dengan meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China, serta laporan pekerjaan yang kuat yang membuat harga tetap tertekan.

Selama pekan lalu, harga emas jatuh 2,35%, dan pada pekan sebelumnya melemah 0,28%. Kementerian Perdagangan China mengungkapkan bahwa AS telah berulang kali menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi mengenai tarif, dan pintu Beijing terbuka untuk pembicaraan.

Daniel Pavilonis, seorang ahli strategi pasar senior di RJO Futures, menyatakan bahwa harga emas di US$3.500 per troy ons mungkin akan menjadi harga tertinggi untuk sementara waktu, terutama jika beberapa kesepakatan perdagangan mulai terwujud. Data menunjukkan bahwa lapangan kerja nonpertanian meningkat sebanyak 177.000 pekerjaan bulan lalu, sementara survei Reuters memperkirakan peningkatan sebanyak 130.000 pekerjaan.

Namun, laporan tersebut bersifat retrospektif dan masih terlalu dini untuk menunjukkan dampak dari kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun juga mengalami kenaikan selama tiga hari berturut-turut, mencapai level 4,31%. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membuat emas batangan, yang tidak memberikan imbal hasil, kurang menarik bagi investor.

Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, menyatakan bahwa dengan melemahnya permintaan untuk aset safe haven, harga emas bisa kembali melemah lebih jauh dan berpotensi menembus level support di sekitar US$3.200 per troy ons.

Emas Menunggu The Fed: Pada Kamis (08/05), The Fed akan menggelar rapat untuk memutuskan kebijakan suku bunga. Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga kali ini, tetap pada level 4,25-4,50%. Namun, Wall Street akan memperhatikan dengan saksama pernyataan FOMC dan konferensi pers dari Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, untuk mencari petunjuk tentang bagaimana kebijakan tarif agresif Presiden Trump dapat memengaruhi keputusan bank sentral ke depan. Jika The Fed mengisyaratkan pemangkasan suku bunga, ini akan menjadi kabar baik bagi emas, karena pemangkasan suku bunga akan melemahkan dolar AS dan menurunkan imbal hasil US Treasury, keduanya dapat meningkatkan permintaan emas.


CNBC


 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?