Harga emas dunia mencatatkan rekor baru pada penutupan perdagangan Rabu (16/4) waktu setempat, yang bertepatan dengan Kamis pagi (17/4) WIB. Logam mulia ini berhasil menembus level US$3.300 per ounce akibat melemahnya dolar AS dan meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Menurut CNBC International, harga emas di pasar spot meningkat 3,1% menjadi US$3.327,78 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS melonjak 3,2% menjadi US$3.344,10 per ounce. Lonjakan ini terjadi karena investor beralih ke aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian global.
Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM, menjelaskan bahwa emas mendapat dukungan kuat dari pelemahan dolar, ketidakpastian mengenai tarif, dan kekhawatiran akan resesi global. Ia menambahkan bahwa setelah menembus level US$3.300, pasar emas akan menargetkan level psikologis berikutnya, seperti US$3.400 dan US$3.500. Namun, aksi ambil untung atau perkembangan positif dari perang dagang AS-Tiongkok dapat memicu penjualan.
Ketegangan global semakin meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, pada Selasa (15 April) memerintahkan penyelidikan terhadap kemungkinan penerapan tarif untuk semua impor mineral penting, yang dianggap sebagai langkah baru untuk menekan Tiongkok. Ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia ini telah mengguncang pasar keuangan dan mendorong investor mencari emas sebagai aset pelindung nilai.
Dolar AS juga mengalami tekanan terhadap mata uang lainnya, mendekati level terendah dalam tiga tahun terakhir, sehingga membuat emas lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Sejak awal tahun, harga emas telah meningkat hampir US$700 karena konflik perdagangan, ekspektasi pemangkasan suku bunga, dan pembelian besar-besaran oleh bank sentral.
Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, menyatakan bahwa reli emas saat ini sangat luar biasa. Ia mengingatkan bahwa reli ini bisa berisiko mengalami koreksi, tetapi selama lebih dari setahun, setiap koreksi yang terjadi selalu dangkal karena banyak pembeli yang siap menunggu di bawah.
Saat ini, investor menantikan pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang dijadwalkan hari ini, yang bisa memberikan sinyal tentang arah kebijakan suku bunga AS di masa depan. Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan positif, di mana perak di pasar spot naik 1,7% menjadi US$32,85 per ounce, platinum menguat 0,8% menjadi US$966,79 per ounce, dan harga palladium sedikit turun 0,2% menjadi US$970,16 per ounce.
Bagikan Berita Ini