• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Setelah Jeblok, Emas Mulai Naik Lagi Hari Ini!

Harga emas global kembali menunjukkan peningkatan setelah mengalami penurunan signifikan pada akhir pekan lalu. Pekan ini, pergerakan harga emas diprediksi akan lebih stabil karena tidak ada rilis data ekonomi besar, kecuali risalah Federal Open Market Committee (FOMC).

Pada hari ini, Senin (17/02) hingga pukul 06.15 WIB, harga emas di pasar spot tercatat naik 0,33% menjadi US$2.892,94 per troy ons. Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (14/02), harga emas mengalami penurunan tajam sebesar 1,57% ke level US$2.883,18 per troy ons.

Penurunan harga emas pada hari Jumat disebabkan oleh aksi ambil untung (taking profit) meskipun logam mulia ini masih mencatat kenaikan mingguan selama tujuh pekan berturut-turut. Kenaikan tersebut dipicu oleh kekhawatiran perang dagang global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengusulkan penerapan tarif timbal balik.

Menurut Peter Grant, Wakil Presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, aksi ambil untung terjadi akibat faktor teknis, seperti kegagalan emas mencapai harga tertinggi sepanjang masa pada Selasa (11/02), sehingga menciptakan potensi pola double top.

Di sisi lain, Alex Ebkarian, Kepala Operasi Allegiance Gold, menyebutkan bahwa tren bullish pada emas tetap kuat. Hal ini didukung oleh faktor seperti ketidakpastian akibat perang tarif, pelemahan dolar AS, dan peralihan signifikan dari emas berbasis kertas ke emas fisik.

Pada Kamis (13/02), Trump menginstruksikan tim ekonominya untuk menyusun rencana tarif timbal balik terhadap negara-negara yang mengenakan pajak atas impor AS. Kebijakan ini dinilai dapat memicu inflasi dan berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

Saat ini, pelaku pasar tengah menantikan risalah FOMC dari The Federal Reserve (The Fed) yang akan dirilis pada Kamis mendatang. Risalah tersebut adalah hasil rapat The Fed pada Januari lalu yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. Dokumen ini akan menjadi panduan bagi para trader emas dalam menentukan arah kebijakan The Fed ke depan, yang kemungkinan besar akan memengaruhi pergerakan harga emas. Jika kebijakan The Fed mengarah pada pengetatan moneter, harga emas bisa tertekan, namun jika sebaliknya, emas berpotensi menguat.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?