• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Melemah, Tapi Naik Tajam Sepanjang Tahun Ini

Harga emas mengalami pelemahan karena para pedagang menantikan sejumlah sentimen, termasuk data ekonomi Amerika Serikat (AS) pekan depan, yang berpotensi memengaruhi prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve untuk tahun 2025, serta arah kebijakan dari Presiden terpilih Donald Trump. Meskipun demikian, sepanjang tahun ini emas telah mencatatkan kenaikan sebesar 26,32%, yang merupakan kinerja terbaik sejak tahun 2010.

 

Data dari CNBC menunjukkan bahwa harga emas di pasar spot pada Senin (30/12/2024) tercatat sebesar US$2.605,39 per troy ons, turun 0,56% dibandingkan posisi sebelumnya. Pada awal perdagangan hari ini, Selasa (31/12/2024) pukul 06.20 WIB, harga emas turun tipis sebesar 0,06% menjadi US$2.604,04 per troy ons.

 

Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, menyebutkan bahwa aktivitas perdagangan yang rendah disebabkan oleh libur akhir tahun, dengan adanya beberapa penyesuaian portofolio oleh investor. Grant juga menambahkan bahwa ketegangan geopolitik diprediksi akan tetap tinggi pada tahun mendatang, sementara bank sentral terus meningkatkan pembelian emas. Selain itu, kondisi utang AS diperkirakan memburuk dengan meningkatnya defisit di bawah pemerintahan Trump, yang dapat mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven.

 

Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak hampir 27%, mencapai rekor tertinggi US$2.790,15 per troy ons pada 31 Oktober. Peningkatan ini didorong oleh investor yang beralih ke emas di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan pemotongan suku bunga AS.

 

Dengan mendekatnya masa jabatan Trump, spekulasi mengenai kebijakan besar di tahun 2025 semakin meningkat, seperti potensi penerapan tarif baru, deregulasi, dan perubahan kebijakan pajak. Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell baru-baru ini menyampaikan sikap hati-hati terhadap pemotongan suku bunga lebih lanjut setelah suku bunga diturunkan sebesar seperempat poin, sesuai ekspektasi pasar.

 

Pekan depan, sejumlah data ekonomi AS akan dirilis, termasuk angka lowongan kerja, laporan ketenagakerjaan ADP, risalah rapat FOMC bulan Desember, dan laporan ketenagakerjaan AS. Data-data ini akan menjadi indikator untuk mengukur kesehatan ekonomi AS. Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak, suku bunga yang tinggi dapat mengurangi daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil.

 

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?