• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Trump Menang, Rupiah Tumbang!

Pada hari Selasa (12/11), pasar keuangan Indonesia menunjukkan hasil yang beragam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan, namun nilai tukar rupiah mengalami penurunan dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) naik. Pasar keuangan diperkirakan masih akan mengalami volatilitas karena investor menunggu data inflasi dari Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup dengan penguatan sebesar 0,76% pada posisi 7.321,99. Nilai transaksi indeks pada hari Selasa mencapai sekitar Rp 13 triliun dengan 30 miliar saham yang berpindah tangan. Sektor energi dan teknologi menjadi penopang terbesar IHSG.

Namun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan hingga 0,64% ke level Rp15.775/US$. Hal ini terjadi di tengah keluarnya dana asing dari pasar keuangan domestik.

Bank Indonesia mencatat bahwa dana asing sebesar Rp10,23 triliun telah keluar dari tiga instrumen keuangan dalam negeri. Pelemahan rupiah ini disebabkan oleh faktor global, terutama dampak dari hasil Pilpres Amerika Serikat yang dimenangkan Donald Trump.

Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik ke 6,87% dari 6,75% pada hari sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan harga SBN yang turun karena dilepas investor.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?