• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Gold Analysis Report

Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2742.54 | High: 2749.54
Close: 2658.55 | Low: 2651.91

Support-Resistance hari ini
Pivot: 2686.67
R1: 2721.42 | S1: 2623.79
R2: 2784.30 | S2: 2589.04
R3: 2819.05 | S3: 2526.16
Daily Average: 45 poin

Harga emas dunia melemah sebesar 3% lebih sepanjang sesi perdagangan hari Rabu dan ditutup di dekat level terendahnya dalam tiga pekan terakhir. Tekanan pada logam mulia datang dari menguatnya indeks Dollar AS dan saham Wall Street setelah hasil pemilu AS mengukuhkan kembalinya Donald Trump sebagai presiden. Partai Republik yang mengusung Trump juga meraih kursi mayoritas di Senat dan Kongres sehingga membuat pelaku pasar cukup optimis terhadap kelancaran birokrasi AS di periode pemerintahan berikutnya. Euforia terhadap hasil pemilu AS ini tidak bisa bertahan lama karena pelaku pasar harus segera mengalihkan fokusnya ke rapat moneter FOMC yang hasilnya akan diumumkan pada Kamis siang waktu setempat. Bank sentral AS tersebut diprediksi masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dan menargetkan suku bunga yang lebih rendah sebelum akhir tahun ini. 

Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2659 per troy ons dan masih berada dalam bias bearish akibat tekanan faktor fundamental dari hasil pemilu AS. Area 2650 akan menjadi level support terdekat yang jika ditembus dapat menekan harga emas turun lebih dalam menuju support lanjutan di area 2638 atau bahkan hingga area 2625. Di sisi lain, kondisi harga emas yang berada di level terendah dalam tiga pekan juga berpotensi menarik aksi bargain hunting yang bisa menopang kenaikan mengincar level resistance di area 2685. Pergerakan stabil di atas resistance tersebut akan menopang harga emas melanjutkan kenaikan dan mengejar level harga psikologis 2700.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?