• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Mencapai Rekor Tertinggi Seiring Ketidakpastian Pemilihan Presiden AS

Ketidakpastian yang melingkupi pemilihan presiden Amerika Serikat telah mendorong harga emas mencapai puncaknya, seiring dengan meningkatnya permintaan aset safe-haven. Pedagang juga menunggu data ekonomi sebagai petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Dikutip dari CNBC menunjukkan bahwa pada awal perdagangan Kamis (31/10/2024), harga emas di pasar spot mencapai US$2.787,14 per troy ons, naik 0,04% dari posisi sebelumnya. Pada hari Rabu (30/10/2024), emas naik 0,4% menjadi US$2.786,19 per troy ons.

Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, mengatakan bahwa banyak faktor yang mendorong harga emas naik, termasuk pemilihan presiden AS, pemotongan suku bunga oleh The Fed, dan prospek di Rusia dan Ukraina. Ia juga menambahkan bahwa berita negatif di luar sana adalah apa yang dicari oleh emas dan berpotensi mencapai $2.850.

Pemilihan presiden AS akan berakhir pada 5 November, dengan hasil polling yang ketat antara Donald Trump dari Partai Republik dan Kamala Harris dari Partai Demokrat. Emas, yang tradisionalnya dianggap sebagai lindung nilai selama ketidakstabilan geopolitik, telah naik 35% tahun ini, dan berada di jalur untuk mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Suku bunga rendah juga mendukung reli ini.

Dominik Sperzel, kepala perdagangan di Heraeus Metals Jerman, memperkirakan bahwa emas bisa mencapai US$3.000 pada tahun 2025 karena kekhawatiran pasar negara berkembang, arus masuk ETF emas, dan penyesuaian pasar pasca pemilu.

Data menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja swasta AS lebih tinggi dari perkiraan dengan penambahan 233.000 pekerjaan di bulan Oktober. Produk domestik bruto AS tumbuh sebesar 2,8% per tahun. Para pembuat kebijakan Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin minggu depan. Pasar juga memfokuskan perhatian pada data Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS dan data pekerjaan yang akan dirilis Kamis dan Jumat.

Palladium turun 5,8% menjadi $1.151,75 per ounce, setelah mencapai level tertinggi dalam 10 bulan pada hari Selasa. Ada spekulasi bahwa tidak akan ada sanksi terhadap palladium Rusia jika Trump menang minggu depan. Hal ini menciptakan ruang bagi pasar untuk lebih memperhatikan sinyal bahwa situasi mulai mereda bagi Sibanye Stillwater.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?