Pelemahan rupiah terhadap dolar AS setelah rilis risalah Federal Open Market Committee (FOMC). Rupiah dibuka melemah 0,09% di angka Rp15.630/US$ pada hari Kamis (10/10), berbeda dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang menguat 0,16%. DXY juga turun tipis 0,08% di angka 102,84, lebih rendah dari posisi sehari sebelumnya di angka 102,93.
Pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, termasuk kebijakan dari bank sentral AS (The Fed). Pada pertemuan September, The Fed sepakat untuk memangkas suku bunga 50 basis poin (bps) menjadi 4,75-5,0%, namun masih ragu seberapa agresif langkah yang harus diambil.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengurangi suku bunga sebesar setengah poin persentase untuk menyeimbangkan kepercayaan terhadap inflasi dengan kekhawatiran mengenai pasar tenaga kerja. Beberapa pejabat berharap untuk pengurangan yang lebih kecil, sebesar 25 bps, karena mereka mencari kepastian bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan dan kurang khawatir tentang kondisi pekerjaan.
Jika The Fed memangkas suku bunganya dengan tidak agresif, setidaknya dalam jangka pendek, DXY berpotensi mengalami apresiasi dan rupiah mengalami koreksi sehat.
Bagikan Berita Ini