Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2642.80 | High: 2653.12
Close: 2621.99 | Low: 2604.85
Support-Resistance hari ini
Pivot: 2626.65
R1: 2648.46 | S1: 2600.19
R2: 2674.92 | S2: 2578.38
R3: 2696.73 | S3: 2551.92
Daily Average: 31 poin
Harga emas dunia mencatatkan penurunan harian untuk lima sesi beruntun dan menyentuh level terendahnya dalam dua pekan terakhir pada hari Selasa. Tekanan terhadap logam mulia datang dari indeks Dollar AS yang masih menguat terhadap beberapa mata uang utama lain sejak laporan dari pasar tenaga kerja AS yang positif Jumat lalu. Hasil data yang positif tersebut meredam harapan investor untuk pemangkasan suku bunga lanjutan sebesar 0,5% oleh Federal Reserve di awal November. Sementara itu, berita dari Timur Tengah mengabarkan potensi adanya gencatan senjata antara Iran dan Israel yang berakibat pada berkurangnya permintaan aset safe haven seperti logam mulia. Perhatian pelaku pasar hari ini akan tertuju pada dirilisnya notulen rapat moneter FOMC bulan September. Notulen ini diharapkan bisa memberi bocoran tentang langkah yang mungkin akan diambil Fed pada rapat moneter berikutnya.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2621 per troy ons dan berada dalam bias bearish melihat pergerakannya di bawah level pivot harian. Area 2610 akan menjadi level support terdekat yang jika ditembus dapat menekan harga emas turun menguji area psikologis 2600 atau bahkan lebih dalam hingga level support di area 2690. Di sisi atasnya, area 2632 akan menjadi level resistance terdekat yang perlu diatasi harga emas untuk mengurangi tekanan bearish. Pergerakan stabil di atas area 2632 juga akan mengembalikan harga emas ke jalur bullish dengan potensi kenaikan mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 2642 atau bahkan hingga area kunci 2652.
Bagikan Berita Ini