• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Gold Analysis Report

Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2650.67 | High: 2659.72
Close: 2642.65 | Low: 2637.87

Support-Resistance hari ini
Pivot: 2646.75
R1: 2655.62 | S1: 2633.77
R2: 2668.60 | S2: 2624.90
R3: 2677.47 | S3: 2611.92
Daily Average: 29 poin

Harga emas dunia melemah pada hari Senin akibat tekanan dari Dollar AS yang menguat seiring memudarnya harapan investor terhadap pemangkasan suku bunga dalam jumlah besar oleh Federal Reserve di bulan November. Laporan dari pasar tenaga kerja AS yang positif pada hari Jumat lalu masih menopang indeks Dollar AS di dekat level tertingginya dalam tujuh pekan terakhir. Akibatnya, logam mulia menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang non-Dollar dan membuatnya berada dalam tekanan jual. Perhatian pelaku pasar pekan ini akan tertuju pada dirilisnya notulen rapat moneter FOMC serta laporan indeks harga di tingkat konsumen dan juga produsen. Berita tersebut akan menunjukkan tingkat laju inflasi di AS yang dapat memberi gambaran tentang kebijakan Fed tentang suku bunga pada rapat moneter berikutnya di awal bulan November. 

Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2642 per troy ons dan terlihat bergerak di bawah level pivot harian yang secara teknikal menunjukkan bias bearish. Area 2634 akan menjadi target penurunan terdekat sekaligus level support yang jika ditembus dapat memicu penurunan lebih dalam menuju support lanjutan di area 2625 hingga area 2612. Di sisi atasnya, harga emas perlu bergerak stabil di atas level pivot harian untuk mengurangi tekanan dan membuka peluang menguji level resistance di area 2655. Jika mampu menembus area 2655, maka harga emas akan mendapatkan dorongan bullish lanjutan untuk mengincar resistance yang lebih tinggi di area 2668 hingga area 2677.
 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?