Penurunan harga minyak mentah global lebih dari 3% yang mencapai titik terendah dalam kurang lebih tiga tahun terakhir. Menurut data CNBC, harga minyak mentah Brent di pasar spot pada perdagangan Selasa (10/9) ditutup di US$ 69,19 per barel, turun 3,69% dalam sehari. Penurunan ini membawa Brent ke titik terendah sejak 21 Desember 2021.
Sementara itu, harga minyak jenis WTI juga mengalami penurunan lebih dari 4% menjadi US$ 65,75 per barel. Ini adalah titik terendah sejak Mei 2023 atau sekitar 16 bulan yang lalu. Pada Rabu pagi (11/9), harga minyak Brent dan WTI berusaha untuk rebound.
Penurunan harga minyak ini disebabkan oleh prospek permintaan global yang melemah dan ekspektasi pasokan minyak yang berlebih. Laporan OPEC+ pada Agustus menyebutkan bahwa permintaan minyak dunia pada tahun ini diperkirakan akan meningkat menjadi 2,03 juta barel per hari (bph), turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,11 juta bph.
Selain itu, OPEC juga menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan global untuk 2025 menjadi 1,74 juta bps dari sebelumnya 1,78 bps. Clay Seigle, seorang ahli strategi pasar minyak, mengatakan bahwa pertumbuhan permintaan minyak hampir tidak ada di negara-negara maju tahun ini.
Pada hari Selasa, China merilis data neraca dagang termasuk ekspor dan impor. Data tersebut menunjukkan bahwa ekspor China tumbuh pada Agustus dengan kecepatan tercepat dalam hampir 1,5 tahun, tetapi impor mengecewakan dengan permintaan domestik yang lemah. Sementara itu, margin kilang minyak di Asia pada pekan lalu turun ke level terendah musiman sejak 2020 karena pasokan solar dan bensin yang meningkat.
Bagikan Berita Ini