Harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat gangguan pasokan yang disebabkan oleh badai. Data dari CNBC menunjukkan bahwa pada hari Senin (9/9), harga minyak acuan global mengalami peningkatan. Brent, salah satu jenis minyak, ditutup dengan harga US$ 71,84 per barel, naik 1,10% dalam sehari. Sementara itu, jenis WTI juga mengalami kenaikan sebesar 1,54% menjadi US$ 68,71 per barel.
Pada hari Selasa (10/9), CNBC Indonesia melaporkan bahwa hingga pukul 09.00, harga minyak mentah masih mengalami peningkatan tipis. Brent naik 0,18% menjadi US$ 71,97 per barel, sementara WTI naik 0,12% menjadi US$ 68,79 per barel.
Harga minyak bergerak stabil karena pasar mempertimbangkan gangguan pasokan akibat Badai Tropis Francine dan potensi pemangkasan produksi lebih lanjut terhadap permintaan China yang terus melemah.
Penjaga pantai di Amerika Serikat telah memerintahkan penutupan semua operasi di Brownsville dan pelabuhan kecil Texas pada Senin malam, saat Badai Tropis Francine menerjang Teluk.
Menurut Pusat Badai Nasional (NHC), badai tropis tersebut diperkirakan akan menguat secara signifikan selama beberapa hari ke depan dan diproyeksikan menjadi badai pada Senin malam atau Selasa pagi.
Perusahaan minyak besar multinasional, Exxon Mobil, mengumumkan bahwa mereka menghentikan produksi di anjungan produksi lepas pantai Hoover. Shell juga menghentikan operasi pengeboran di dua anjungan. Chevron juga mulai menghentikan produksi minyak dan gas di dua anjungan produksi lepas pantai miliknya.
Pusat Badai Nasional, mengutip dari Reuters, mencatat bahwa setidaknya ada 125.000 barel per hari (bpd) kapasitas minyak yang berisiko terganggu.
Bagikan Berita Ini