Nilai emas global mengalami penurunan drastis setelah tiga hari berturut-turut mengalami peningkatan. Penurunan ini menandai awal pekan yang kurang menguntungkan bagi para investor emas. Penurunan nilai emas ini dipicu oleh aksi penjualan kembali (taking profit) oleh sejumlah investor. Pada hari Senin (8/7), nilai emas di pasar spot turun sebesar 1,37% menjadi US$ 2.358,79 per troy ons, memutus tren peningkatan selama tiga hari berturut-turut. Emas sempat naik 2,7% selama tiga hari pada pekan sebelumnya. Namun, hingga pukul 06.00 WIB hari Selasa (9/7), nilai emas di pasar spot naik 0,02% menjadi US$ 2.359,33 per troy ons.
Nilai emas turun lebih dari 1% pada hari Senin, dipengaruhi oleh reli risiko di ekuitas dan aksi penjualan kembali oleh investor setelah reli emas yang tajam di sesi sebelumnya. Hal ini didasarkan pada ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) AS dapat menurunkan suku bunga pada bulan September. "Ada banyak aksi penjualan kembali, dan ekuitas menguat, yang menjadi sedikit persaingan bagi logam mulia," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Indeks Nasdaq dan S&P 500 mencapai rekor tertinggi, sementara Dow Jones mencapai rekor tertinggi dalam lebih dari satu bulan. "Namun, saya yakin Anda akan melihat emas naik berdasarkan prediksi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga. Alat pemantau The Fed melihat penurunan suku bunga akan dilakukan pada bulan September dan kemudian penurunan lagi mungkin dilakukan pada November dan Desember yang akan menguntungkan emas," tambah Haberkorn.
Data minggu lalu menunjukkan pasar tenaga kerja yang melambat membuat bank sentral AS tetap pada jalur untuk segera menurunkan suku bunga. Menurut alat Fedwatch, saat ini pasar memperkirakan peluang The Fed menurunkan suku bunga sebesar 71% pada bulan September dan penurunan lagi pada bulan Desember.
Pada pekan ini, investor akan fokus pada kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell di Kongres setengah tahunan, komentar dari sejumlah pejabat Fed, dan data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Kamis. Di tempat lain, bank sentral konsumen utama China menahan diri dari pembelian emas untuk cadangannya selama dua bulan berturut-turut pada periode Juni.
Bagikan Berita Ini