Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan mengalami keterlambatan di tahun 2024. Hal ini mengacu pada 3 hal yang mendasarinya yaitu konsumsi rumah tangga, tingkat investasi dan daya ekspor.
Di kutip dari Investing.com, melambatnya pertumbuhan ekonomi pada tahun politik ini yang pertama dijelaskan konsumsi rumah tangga yang relatif stabil cenderung melemah marjinal.
Kedua, kinerja investasi juga akan relatif stabil, dengan kecenderungan wait and see. Meski demikian, investasi akan terdorong dengan adanya kebijakan hilirisasi.
Ketiga, net ekspor Indonesia juga masih akan melemah dibandingkan 2023 akibat berlanjutnya perlemahan ekspor. Harga komoditas global yang melemah berdampak pada kinerja ekspor impor Indonesia. Sekalipun surplus neraca perdagangan masih positif, namun kurang sehat karena bukan dari peningkatan ekspor, melainkan pelemahan ekspor diiringi impor yang juga turun. Keempat, belanja pemerintah akan tertahan karena adanya peningkatan pembayaran utang pada 2024.
"Pertumbuhan ekonomi pada 2024 akan berada di kisaran 4,9%-5%, akan sedikit melambat dibandingkan tahun ini yang kita prediksikan di 5%,” ujar Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal, di Jakarta (12/12) lalu.
Source : Investing.com
Bagikan Berita Ini