Harga minyak terpantau melemah pada hari Jumat (20/10) dan pada open posisi perdagangan hari ini, Senin (23/10) di level $88 per barel, turun pada posisi 0,85%.
Hal ini setelah kelompok Islam Hamas membebaskan dua sandera AS dari Gaza, sehingga menimbulkan harapan bahwa krisis Israel-Palestina dapat mereda tanpa melanda wilayah Timur Tengah lainnya dan mengganggu pasokan minyak.
Dikutip dari CNBC, sayap bersenjata Hamas membebaskan dua sandera AS dari Gaza yakni seorang ibu dan putrinya "untuk alasan kemanusiaan" sebagai tanggapan terhadap upaya mediasi Qatar dalam perang dengan Israel, ucap juru bicara Hamas Abu Ubaida pada hari Jumat.
Hal ini membuat ketegangan di pasar mereda dan memberi tanda bahwa krisis mulai menjauh.
"Timur Tengah tetap menjadi fokus pasar yang besar karena kekhawatiran akan konflik di kawasan yang kemungkinan akan melibatkan gangguan pasokan minyak," ucap John Kilduff, mitra Again Capital yang berbasis di New York.
Kemungkinan gangguan pasokan saat ini lebih kecil, tambah Kilduff, namun "pasar tidak bisa mengabaikannya, terutama menjelang akhir pekan ketika segalanya bisa berubah dengan cepat dan tidak akan ada perdagangan."
Hal lain yang mendorong kenaikan harga minyak yakni perkiraan pengetatan pasar pada kuartal keempat setelah produsen utama Arab Saudi dan Rusia memperpanjang pengurangan pasokan hingga akhir tahun.
Source : CNBC
Bagikan Berita Ini