Harga minyak turun di level $87 pada perdagangan kamis (17/10). Terpantau melemah di 0,68% dari open hari sebelumnya. Beberapa pengamat mengemukakan hal ini alih focus dari ketegangan yang terjadi di Timur Tengah ke perundingan Venezuela yang mendekati deadline.
Dikutip dari Investing.com, Reuters melaporkan hari Senin, mengutip beberapa sumber, bahwa pemerintah Venezuela dan oposisi berencana untuk melanjutkan perundingan yang telah lama ditangguhkan pada hari Selasa - sebuah langkah yang pada akhirnya dapat membuat Washington melonggarkan sanksi-sanksinya terhadap negara tersebut.
Setiap tindakan AS hanya diharapkan setelah Presiden Nicolas Maduro berkomitmen pada tanggal pemilihan presiden, serta mencabut larangan-larangan terhadap kandidat-kandidat oposisi, demikian lapor Reuters.
Kendati begitu masih banyak yang berspekulan bahwa konflik Timur Tengah tetap akan meluas, mengingat Israel mempersiapkan invasi darat berskala besar ke Gaza. Dan tentu saja hal ini menandakan adanya gangguan pada pasokan minyak dunia. Secara khusus, bergabungnya Iran dalam konflik ini telah menjadi fokus utama, mengingat negara ini merupakan produsen minyak terbesar kelima di dunia.
Bagikan Berita Ini